Kepala Pusat Penerangan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Restuardy Daud menyebut bahwa proyek Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) merupakan proyek jangka panjang.

Tidak bisa dalam waktu setahun atau dua tahun seluruh masyarakat Indonesia masuk database e-KTP. “Jerman saja butuh waktu bertahun-tahun untuk KTP elektronik,” ucap Ardy -panggilan Restuardy Daud- kepada Warta Kota, belum lama ini

Saat ini, kata dia, Kemendagri menargetkan dalam tiga tahun 170 juta warga Indonesia sudah memiliki e-KTP.

Menurut Ardy, e-KTP akan dijadikan dasar mengurus berbagai keperluan termasuk urusan perbankan, kepolisian, maupun imigrasi. “Sudah ada 11 instansi yang siap memakai e-KTP sebagai basic data,” ujar Ardy.

Pengaktifan e-KTP bisa memperkecil peluang pemanfaatan kartu identitas diri untuk melakukan kejahatan. Selama ini, ada beberapa kasus penipuan bermodus transfer ke bank.

Ketika dilacak, pembukaan rekening di bank tersebut menggunakan KTP yang dibuat oleh seseorang yang memalsukan identitas ataupun alamatnya.

Menurut Ardy, nantinya, setiap penduduk hanya memiliki satu KTP. Lebih indah lagi apabila semua instansi juga memakai data e-KTP tersebut

 

By admin